Jumat, 15 April 2016

PERANGKAT LUNAK JARINGAN 2 IP ADRESS

NAMA:Anggi Yoel Sianipar


IP Address


IP Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address terdiri atas 32 bit (biary digit atau bilangan duaan) angka biner yang dibagi dalam 4 oket (byte) terdiri dari 8 bit. Setiap bit mempresentasikan bilangan desimal mulai dari 0 sampai 255.


Jenis-jenis IP Address terdiri dari :

1. IP Public

Public bit tertinggi range address bit network address
kelas A 0 0 – 127* 8
kelas B 10 128 – 191 16
kelas C 110 192 – 223 24
kelas D 1110 224 – 239 28

2. Privat

IP Privat ini dapat digunakan dengan bebas tetapi tidak dikenal pada jaringan internet global. Karena itu biasa dipergunakan pada jaringan tertutup yang tidak terhubung ke internet, misalnya jaringan komputer ATM.

10.0.0.0 – 10.255.255.255
172.16.0.0 – 172.31.255.255
192.168.0.0 – 192.168.255.255

Kesimpulan
1.0.0.0 - 126.0.0.0 : Kelas A.
127.0.0.0 : Loopback network.
128.0.0.0 - 191.255.0.0 : Kelas B.
192.0.0.0 - 223.255.255.0 : Kelas C.
224.0.0.0 = 240.0.0.0 : Class E, reserved.
3. Ipv6
terdiri dari 16 oktet, contoh :
A524:72D3:2C80:DD02:0029:EC7A:002B:EA73


Netmask

Pada Pengalamatan Logik, selain butuh nomor IP dibutuhkan netmask atau subnetmask.
Netmask besarnya sama dengan nomor IP yaitu 32 bit.
Ada tiga pengelompokan besar subnet mask :
        *255.0.0.0
        *255.255.0.0
        *255.255.255.0.
Hal tadi biasa di sebut class, dikenal tiga class:
*Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0
*Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0
*Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0




RESUME FILM PLJ Lanjut


RESUME FILM
NAMA:  Anggi Yoel Sianipar
Nim: 2014-31-030


Film ini mengisahkan proses jalannya informasi melalui internet. Bagian awal film ini adalah perkenalan tokoh, yaitu TCP packet, ICMP ping packet, ping of the death, udp packet, router, dan router switch.Cerita dimulai ketika seorang pengguna internet mengklik sebuah hyperlink. Di Network Interface data langsung difragmentasi menjadi paket-paket data. Lalu paket-paket data ini diberi identitas, dalam hal ini kepala diberi identitas sebagai TCP layer dan IP layer dan begitu pula dengan layer lainnya.

 Paket-paket tadi kemudian dikirimkan ke dalam sebuah Local Area Network (LAN), yang menghubungkan komputer-komputer yang berada dalam suatu gedung. Namun, terkadang ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan. DI isitulah terjadi kemungkinan kecelakaan dan disini mungkin terjadi kemacetan sehingga alamat yang benar sangat diperlukan untuk menempatkan ke jalur yang benar.

Kemudian, paket akan masuk ke router yang akan memindahkan jalur jika terjadi kemacetan. Setelah melalui router, paket data akan menuju router switch untuk menentukan ke mana dia akan pergi. Jika sudah melalui router switch berarti paket tersebut tinggal mengikuti alur saja.

Berikutnya paket akan masuk firewall, yang diibaratkan sebagai tembok yang sangat tinggi. Di sini, data yang masuk akan disortir dan data yang berbahaya, seperti ping of the death, akan dihancurkan. Data-data yang lolos selanjutnya akan melewati proxy sebuah server. Di sini terdapat beberapa “pintu” yang disebut dengan port. Port ini beragam tergantung jenisnya, 80 untuk untuk halaman web, 25 untuk e-mail, dan 21 untuk file transfer protocol (FTP). Data yang memenuhi kriteria yang berbahaya kembali dihancurkan disini. Setelah lolos barulah mereka disatukan menjadi suatu bagian yang utuh. Server kemudian me-reply apa yang diminta oleh para pengguna internet dan mengirimkan data dengan alur yang kurang lebih sama dengan jalannya informasi dari user ke server. Kira-kira seperti itulah proses jalannya sebuah informasi melalui internet. Sederhana, tetapi prosesnya jika dilihat secara mendetail sangatlah rumit.

Universitas